Wednesday, 12 December 2012

FanFiction – “Running Away” 5

Sudah banyak jalan yang ia lalui, namun ia masih belum menemukan Alice. Hari sudah malam dan udara sangat dingin, tetapi Alice tidak berada di rumahnya. Lalu terpikirlah tempat favorit mereka berdua. Pinggiran sungai.
Dengan langkah kaki yang kaku karena dingin, Zack terus menyusuri jalan menuju pinggir sungai demi menemui Alice-nya.
“Mengapa kau memaksaku?”
Suara yang sangat ia kenal itu tiba-tiba terdengar saat ia sudah hampir dekat dengan pinggir sungai. Ia pun bergegas menuju tempat itu. Saat ia sudah sampai, ia melihat Alice yang memunggunginya sedang membentak laki-laki yang tak lain adalah Greyson.
Zack langsung saja menahan tangan Alice yang sudah hampir menampar Greyson. Karena terkejut tangannya ditahan, Alice segera memandang ke belakang untuk melihat siapa yang menahan tangannya.
“Zack?” bisik Alice masih dengan kilatan kemarahan di mata birunya.
Lalu Zack melepas genggaman Alice dan mengalihkan pandangannya dari Alice ke Greyson. Ia memandang laki-laki yang hanya satu tahun lebih muda darinya itu dengan pandangan dingin yang tajam.
“Apa yang kau lakukan terhadap Alice?” tanya Zack dingin.
Greyson terdiam sejenak. Pandangannya teralihkan ke Zack. Ia mengatupkan rahangnya kuat-kuat saat melihat Zack merengkuh Alice dalam pelukannya dan Alice tidak menolak.
Tanpa menjawab pertanyaan Zack, Greyson tersenyum masam, dan berkata, “Alice, kurasa aku tahu siapa Zack,”
Perlahan Greyson membalikkan badannya dan berjalan menjauh.

xxx

Alice menatap kepergian Greyson dengan pandangan nanar. Seiring dengan kepergian Greyson, ada beberapa pertanyaan yang timbul dalam benaknya. Mengapa Greyson marah melihatnya bersama Zack?
“Ayo kita kembali ke rumahmu. Ini sudah malam dan udara sangat dingin. Tidak baik untuk kesehatanmu,” ujar Zack panjang lebar sambil menarik tangan Alice.
Alice menyentakkan tangannya sehingga genggaman Zack terlepas dari tangannya. “Aku bisa berjalan sendiri,” ujar Alice dingin.
Dengan perasaan yang tidak menentu, ia memandang Alice yang sudah berjalan lebih dahulu di depannya. Sesaat kemudian ia menyusul Alice dan berjalan tepat di sampingnya.
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Alice,” kata Zack yang membuat langkah Alice terhenti.
Setelah langkahnya berhenti, Alice menatap Zack tajam dan berkata dengan rahang tertutup, “Kupikir kau mengerti kondisiku,”
“Tapi―”
“Kau boleh mengatakannya besok. Aku lelah,” potong Alice dan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan langkah cepat.

xxx

Perlahan Greyson membuka matanya karena ia merasa hari sudah mulai terang. Setelah sepenuhnya tersadar dari tidurnya, Greyson berjalan ke arah jendela dan memandang langit musim gugur yang berwarna biru dengan semburat oranye kemerahan dan sedikit warna putih dari awan-awan yang menggantung.
Laki-laki itu menghirup udara pagi yang segar perlahan-lahan. Melupakan sejenak kejadian-kejadian menyakitkan semalam. Ia mulai berpikir optimis tentang hal-hal yang akan terjadi hari ini. Sejenak ia melihat jam yang berdiri di atas meja kecil di sebelah tempat tidurnya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
Ia pun tersadar dan segera berlari ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat giginya. Ia baru saja ingat akan jadwal kerja hari ini.
“Ah, pasti para kru sudah datang,” ujar Greyson pada dirinya sendiri saat akan mengenakan mantel abu-abunya.
Dengan sangat tergesa-gesa, Greyson berjalan keluar kamarnya dan menuruni tangga menuju lantai bawah. Di lantai dasar ia melihat Alexa yang sedang sarapan bersama dua wakil manajernya.
“Morning, my brother,” sapa Alexa seraya tersenyum, saat melihat adik kesayangannya.
“Morning, Lex,” sahut Greyson sambil mencium pipi kakak perempuannya.
“Pukul berapa kau tidur semalam, Grey? Kau bangun sangat telat!” tegur Troy.
“Maafkan aku. Aku terlalu lelah dengan penerbangan kemarin,” jelas Greyson dengan sedikit dusta. Sesungguhnya ia tidak lelah dengan penerbangan kemarin. Tetapi ia terlalu lelah memikirkan hal-hal yang terjadi kemarin.
“Kau ini banyak alasan!” timpal Guy sengit.
Saat Greyson hendak membuka mulut untuk membalas perkataan Guy, Troy memandang Greyson tajam sebagai tanda ia tidak boleh menimpali perkataan Guy. Sehingga Greyson kembali mengatupkan bibirnya.
Mereka berempat pun menyelesaikan sarapannya dengan cepat dan bergegas pergi ke lokasi shooting di mana para kru sudah menunggu. Setelah sampai di lokasi shooting―di dekat sungai― Greyson segera disambut oleh para perias yang sudah bersiap-siap merias Greyson.
Setelah dirias dan mengenakan pakaian yang sesuai, Greyson pun mulai melakukan berbagai acting untuk video klipnya nanti. Sampai pada saat acting tersenyum, Greyson mendapati Alice sedang bermain berdua dengan Zack di pinggir sungai. Hal itu membuatnya kehilangan konsentrasi sehingga ia terdiam dan membisu memandangi gadis itu yang tengah tertawa.
“Greyson!” panggil salah satu kru kamerawan.
Namun Greyson tidak mendengar panggilan orang itu. Ia tetap mematung di tempatnya dengan pandangan yang tak lepas dari Alice.
“Greyson!” panggil orang itu sekali lagi dengan suara keras sehingga membuat Greyson tersadar.
“Eh, i…iya,” ujar Greyson terbata-bata.

xxx

Segerombolan orang datang ke dekat sungai tempatnya sedang bermain bersama Zack. Karena penasaran, Alice sesekali mencuri-curi pandang ke tempat gerombolan orang yang membawa berbagai perlengkapan shooting.
Lalu matanya menangkap sosok laki-laki yang berjalan bersama dua orang laki-laki dan seorang perempuan mendekati gerombolan itu. Laki-laki itu menggunakan mantel berwarna abu-abu. Dan raut wajah laki-laki itu tidak menunjukkan kegembiraan sama sekali.
Alice sempat terpaku menatap laki-laki yang sekarang sedang ditarik untuk dirias. Namun dengan cepat ia menyadari keberadaan Zack dan kembali bermain bersama orang itu.
Mereka berdua masih bermain di sungai sambil sesekali tertawa―Alice kini sudah mulai sering tertawa setelah kedatangan Greyson―dan Alice sesekali masih mencuri pandang ke arah Greyson. Dan pada suatu waktu, Alice tak sengaja bertemu pandang dengan Greyson yang ternyata juga sedang menatapnya. Cepat-cepat Alice membuang muka dan menatap ke arah lain.
Melihat Alice yang tiba-tiba diam, Zack menegurnya, “Hey!”
Sambil mendongak menatap Zack, Alice menyahut singkat, “Aku ingin pulang,”
Tetapi Zack membantahnya, “Tapi kita baru ke sini beberapa waktu yang lalu! Masakan kau mau kembali secepat ini?”
“Kalau aku bilang pulang, ya pulang!” bentak Alice yang segera berjalan cepat menuju rumahnya.
Zack tidak menyusul Alice, ia justru memandang ke kerumunan orang di depannya, lebih tepatnya ke arah Greyson. Lalu perlahan-lahan ia melangkahkan kakinya ke arah Greyson dan mendorong bahunya dengan kasar.
“Ingat, jangan harap aku akan memaafkanmu yang sudah membuat Alice berubah,” ucap Zack dingin dengan pandangan tajam.
Greyson yang merasa tidak terima, dengan cepat meninju wajah Zack.

To be continued…

No comments:

Post a Comment