Remuk
Redam
Hancur
Berkeping
Bersepai
Rata
Sungguh
Rata dengan bentala
Nyanyian semesta sudah berhenti
Tawa dan suka sekarang sepi
Angin memadam api
Hujan hening dibuai sunyi
Kosong
Matamu
Sedih
Tuturmu
Bicaramu
Nadamu
Sungguh
Mengapa begitu?
Dalam bungkamnya bumi dan segenap isinya,
Atma berhias rangkaian tanya
Tak habis pikir
Jangan-jangan akulah sang musabab
Tak hilang getir
Tiap mata menangkap sepasang manikmu yang sembab
Mendongaklah,
lihatlah aku yang sungguh mau tahu
»» READ MORE
Redam
Hancur
Berkeping
Bersepai
Rata
Sungguh
Rata dengan bentala
Nyanyian semesta sudah berhenti
Tawa dan suka sekarang sepi
Angin memadam api
Hujan hening dibuai sunyi
Kosong
Matamu
Sedih
Tuturmu
Bicaramu
Nadamu
Sungguh
Mengapa begitu?
Dalam bungkamnya bumi dan segenap isinya,
Atma berhias rangkaian tanya
Tak habis pikir
Jangan-jangan akulah sang musabab
Tak hilang getir
Tiap mata menangkap sepasang manikmu yang sembab
Mendongaklah,
lihatlah aku yang sungguh mau tahu