Tuesday, 18 April 2017

Duka Tiba-Tiba

Remuk
Redam
Hancur
Berkeping
Bersepai
Rata
Sungguh

Rata dengan bentala

Nyanyian semesta sudah berhenti
Tawa dan suka sekarang sepi
Angin memadam api
Hujan hening dibuai sunyi

Kosong
Matamu
Sedih
Tuturmu
Bicaramu
Nadamu
Sungguh

Mengapa begitu?

Dalam bungkamnya bumi dan segenap isinya,
Atma berhias rangkaian tanya

Tak habis pikir
Jangan-jangan akulah sang musabab
Tak hilang getir
Tiap mata menangkap sepasang manikmu yang sembab

Mendongaklah,
lihatlah aku yang sungguh mau tahu

No comments:

Post a Comment